sampai tadi pagi aku ngobrol dengan anak kecil yang mengamen di kereta, namanya sadam. dia baru 10tahun, tapi hampir setiap pagi aku selalu liat dia mengamen. sadam bilang dia mulai mengamen dari jam6 pagi.sama seperti anak-anak seusianya, sebenarnya sadam ingin sekali bisa bersekolah. tapi karena terbentur biaya dan ia masih mempunyai 3 adik yang kecil-kecil, membuat anak seusia sadam ikut membantu kedua orangtuanya mencari uang.
sadar gak sih temen-temen? ada banyak anak-anak seperti sadam yang harusnya bersekolah, bermain, tertawa, tapi malah ikut menanggung beban keluarga. dimana rasa kekeluargaan kita? kenapa kita terkesan menutup mata dan telinga dari masalah ini?
mereka juga anak-anak bangsa, mereka juga bagian dari penerus masa depan bangsa. mereka berhak mendapat pendidikan dan penghidupan yang layak di indonesia. inget gak sih apa bunyi sila kelima pada pancasila? keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. tapi kenyataannya masih banyak rakyat indonesia yang tertindas di negerinya sendiri.
banyak diantara kita yang sibuk mengirim bantuan baik uang ataupun barang untuk orang-orang di luar sana. sadar gak sih temen-temen?disini, di indonesia kita sendiri masih banyak yang membutuhkan bantuan dan kepedulian kita. coba deh lebih respek sama keadaan sekitar kita, karena kalau bukan kita yang memperhatikan mereka, siapa lagi??


Tidak ada komentar:
Posting Komentar