kadang apa yang terlihat tak sesuai dengan apa yang terjadi. kadang apa yang aku inginkan tak sesuai dengan apa yang aku dapatkan. tapi itulah kebesaran Tuhan, kadang Ia memang tak memberikan apa yang aku inginkan, tapi selalu memberikan apa yang aku butuhkan.
disaat aku mulai merasa nyaman dengan segala yang aku miliki, tiba-tiba saja aku harus kehilangannya. kebahagiaan yang baru saja aku raih, harus aku tinggalkan begitu saja bersamaan dengan datangnya sang waktu. aku terus berlari dan ingin bersembunyi, aku ingin terus berada disini dan menikmati segala yang telah ku miliki. tapi sepertinya Tuhan tak merestui. ya, aku kalah dengan waktu yang terus berjalan. aku kalah dengan keadaan yang memaksaku untuk pergi. sejauh apapun aku bersembunyi, sang waktu tetap datang menghampiri seakan memaksaku untuk mengakhiri.
kadang aku merasa begitu rapuh dan hancur bila harus menghitung waktu yang mulai membayangiku untuk meninggalkan apa yang ku miliki. aku kecewa, aku marah. mengapa Tuhan memberikan aku kebahagiaan bila aku harus meninggalkannya? semuanya terlihat terlalu indah untuk aku tinggalkan. langkahku terasa sangat berat menjalani hari-hari yang akan berakhir.
tapi Tuhan selalu mempunyai rencana lain, dan semua indah pada waktuNya. mungkin Ia ingin membawa aku pada sebuah proses, yaitu proses pendewasaan. mungkin Ia ingin aku menghargai apa yang telah aku miliki, menghargai waktu yang masih tersisa, dan menghargai perbedaan yang mungkin tak akan pernah menyatu. juga mengajarkan aku untuk bersyukur dengan apa yang telah ku miliki. sesuatu yang akan selalu ku kenang walau aku tak bisa memilikinya lagi. karena sejauh apapun aku melangkah, tak akan ada yang bisa mengambil kenangan yang telah aku miliki. dan dengan kenangan yang ada, aku tak akan pernah merasa sendirian.
terima kasih sahabat yang menemani aku melewati badai yang pernah datang menerpa :) ...
terima kasih teman-teman yang sudah membantuku mengeluarkan jati diriku :) ...
terima kasih buat orang yang pernah menjadi sandaranku disaat aku hampir jatuh terbawa badai :) ...
tanpa kalian aku bukan apa-apa, tanpa kalian aku tak akan bisa melewati badai, tanpa kalian tak akan ada kenangan indah yang akan selalu terukir indah di hati ini.
Rabu, 29 Desember 2010
Senin, 20 Desember 2010
Siapa Aku Ini?
Dalam sekejap semuanya berubah. Mungkin lagi-lagi roda mulai berputar. Tapi mengapa roda selalu berputar dan merubah segala keadaan yang ada disaat aku mulai nyaman dan merasa terlindungi? Mereka selalu bilang, setiap masalah akan membawa perubahan dan menjadi pendewasaan. Tapi aku terlalu lelah untuk terus merasa kehilangan. Mereka bilang aku tak boleh menangis untuk mengadapi masalah, tapi mereka satu persatu pergi disaat aku mulai terjatuh. Lalu aku harus bagaimana? Aku tak boleh menangis, aku tak bisa bercerita, aku hanya bisa diam. Apa itu bagian dari pendewasaan? Apakah itu arti kata dewasa? Harus tenggelam di dalam diam dan kepalsuan.
Mereka tak pernah benar-benar mengerti. Aku bukan boneka kehidupan yang bisa digerakan sesuka mereka. Aku punya perasaan, aku punya pandangan bagi diriku sendiri. Tapi mereka berhasil menghancurkan semuanya. Aku tak bisa menjadi yang mereka mau, tapi akupun lupa bagaimana menjadi aku yang dulu. Semua terasa asing, aneh, dan aku tak kenal diriku lagi. Siapa aku ini sebenarnya?
Aku ingin terus berjalan, tapi aku tak tahu harus berjalan kearah mana. Semuanya terlihat begitu rancu. Aku tersesat di duniaku sendiri. Aku tak bisa meneruskan kepalsuan ini, tapi aku tak dapat kembali. Aku tak tau bagaimana jalan untuk kembali. Mereka terus memaksaku untuk berjalan, tapi tak benar-benar mengarahkan aku kemana harus melangkah.
Aku butuh sesorang disini. Bukan untuk mengarahkan arah yang tak menentu ini, tapi untuk sekedar sebagai penopang disaat aku benar-benar lelah dan tak mampu berdiri. Jangan tinggalkan aku sendiri, aku akan terjatuh. Aku tak mempunyai cukup tenaga untuk melewati keasingan dunia seorang diri. Bila kau tak juga kembali, mungkin aku akan jatuh. Ya... terjatuh dan terluka disini.
Langganan:
Postingan (Atom)


